Minggu, 24 Agustus 2014

Hubungan ASI Eksklusif dengan Diare pada Bayi

Bulan Mei 2014 yang lalu saya  melakukan penelitian di salah satu daerah pesisir pantai Sulawesi Selatan, tepatnya di wilayah kerja Puskesmas Galesong Utara Kab. Takalar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian Air Susu Eksklusif (ASI) dengan kejadian dare pada bayi usia 0-11 bulan.
Hasil penelitian ternyata bayi yang tidak diberikan ASI secara eksklusif berisiko 9,1 kali untuk menderita diare dibandingkan mereka yang mendapatkan ASI eksklusif.
ASI eksklusif adalah pemberian ASI secara penuh (hanya ASI saja) pada bayi sejak lahir tanpa tambahan minuman atau makanan lain seperti air putih, teh, susu/susu formula, madu, jus buah dan lain-lain, kecuali obat dan cairan untuk rehidrasi, WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan.
ASI merupakan minuman alami bagi bayi pada bulan-bulan pertama kehidupannya, selain itu ASI juga mengandung nutrisi, antioksidan, hormon dan antibodi yang diperlukan oleh seorang bayi untuk bertahan dan berkembang.  Bayi yang diberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan dan seterusnya sampai usia dua tahun risiko terkena penyakit infeksi lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak. Menurut WHO (2009) bayi yang  tidak disusui memiliki risiko 6 kali lipat lebih besar meninggal akibat penyakit menular termasuk diare pada dua bulan pertama kehidupannya, oleh sebab itu WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif sejak lahir sampai berusia 6 bulan.
ASI mengandung zat-zat gizi yang sangat dibutuhkan oleh bayi, selain itu ASI juga mengandung zat antibodi yang tidak terdapat pada susu formula atau susu sapi. Seperti diketahui, sistem pertahan tubuh pada bayi yang baru lahir masih rendah, oleh karena itu bayi baru lahir mendapatkan sistem imun dari ibu baik yang berasal dari dalam kandungan yang ditransfer malalui placenta atau yang berasal dari ASI. Komponen ASI yang memiliki kadar antibodi paling tinggi adalah kolostrum, yaitu ASI yang keluar pada saat bayi baru lahir hingga berusia 7-9 hari. Sayangnya, banyak ibu yang membuang kolostrum ini, karena beranggapan kolostrum tidak berguna dan justru berbahaya bagi bayi, karena warna kolostrum yang kuning menyerupai nanah.
Setelah mengetahui manfaat dari pemberian ASI secara eksklusif maka tidak ada alasan  lagi bagi para ibu untuk tidak menyusui bayinya. Salah satu penunjang keberhasilan ibu dalam meberikan ASI kepada bayinya adalah dukungan dari keluarga terutama suami.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua, terutama bagi bumil dan busui di Indonesia.

What is a diet?

              Dalam ilmu gizi istilah diet adalah makanan yang dikonsumsi oleh seseorang. Kata diet juga diartikan sebagai asupan gizi yang spesifik yang dikonsumsi untuk kesehatan. Jenis diet sangat tergantung dari kultur, budaya dan agama. Ada beberapa daerah yang menganggap suatu jenis makanan sebagai pantangan, akan tetapi jenis makanan itu justru menjadi makanan pokok di daerah lain. 
              Di Indonesia kata "diet" sering diartikan sebagai suatu upaya untuk menurunkan berat badan dengan cara membatasi asupan makanan. Hal ini tidak salah, karena pada dasarnya diet adalah pengaturan pola makan untuk mencapai suatu tujuan, diantaranya untuk mencapai berat badan ideal ataupun untuk kesehatan.
              Banyak cara ditempuh untuk melakukan diet, mulai dari cara yang alami dan sederhana sampai pada cara-cara yang ekstrim yang berbahaya bagi tubuh. Oleh sebab itu penting bagi kita untuk mengetahui cara diet yang sehat.
Diet yang sehat adalah suatu cara yang terencana dan terprogram untuk mencapai berat badan yang ideal, dimana tubuh tetap mendapatkan zat-zat gizi dan energi yang dibutuhkan tetapi asupannya diatur sesuai dengan kebutuhan, sehingga menghindari kelebihan energi dan zat-zat gizi tersebut dalam tubuh, karena jika tubuh kita kelebihan suatu zat gizi (terutama zat gizi makro), maka zat tersebut akan ditumpuk sebagai cadangan. Penumpukan zat inilah yang akan menyebabkan berbagai macam penyakit metabolik dan kegemukan.
Tujuan diet secara langsung adalah menurunkan berat badan sehingga mencapai berat badan yang ideal. Selain itu ada orang yang melakukan diet karena penyakit yang dideritanya, contohnya diet rendah garam untuk penderita hipertensi. 
Untuk jangka panjang pengaturan diet bertujuan untuk memelihara kesehatan. Orang yang menerapkan pola makan gizi seimbang, disamping memiliki tubuh yang ideal juga akan terhindar dari ancaman penyakit terutama penyakit metabolisme yang penyebab utamanya adalah kelebihan dan penumpukan zat-zat didalam tubuh. Selain itu orang yang mengatur pola makan akan tetap fit sepanjang hari, stamina tetap terjaga dan tidak mudah capek.

Minggu, 28 Juli 2013

Siap Menghadapi Menopause



Menopause menurut WHO (2005) berarti berhentinya siklus menstruasi untuk selamanya bagi wanita yang sebelumnya mengalami menstruasi setiap bulan. Menopause disebabkan oleh menurunnya kadar hormone estrogen dalam tubuh, dimana seperti yang telah diketahui bahwa sel-sel telur dalam ovarium (indung telur) wanita jumlahnya terbatas, dan suatu saat akan habis, saat inilah mulai terjadi menopause. Kini wanita Indonesia rata-rata memasuki masa menopause pada usia 50 tahun. Tetapi sebagian ada yang mengalami pada usia lebih awal atau lebih lanjut. Umur waktu terjadinya menopause dipengaruhi oleh keturunan, kesehatan umum, dan pola kehidupan.
Berhentinya haid dapat didahului oleh siklus haid yang lebih panjang, dengan perdarahan yang berkurang. Faktor fisik dan psikis mempengaruhi kapan terjadinya menopause. Demikian juga dengan adanya penyakit tertentu, operasi indung telur, stres, obat-obatan, dan gaya hidup merupakan contoh faktor yang mempengaruhi cepat lambatnya terjadi menopause.
Kebanyakan wanita takut dan khawatir menghadapi masa menopause. Hal ini karena gejala yang dirasakan pada saat memasuki masa menopause. Gejala dan tanda pada wanita menopause tersebut adalah :
1.      Gejolak panas (hot flush)
Keluhan yang muncul berupa panas yang muncul tiba-tiba disertaidengan keringat yang banyak. Keluhan tersebut pertama kali muncul pada malam hari atau menjelang pagi.
2.      Keluhan psikis
Kurangnya aliran darah ke otak menyebabkan sulit berkonsentrasi dan mudah lupa. Akibat kekurangan hormon estrogen pada wanita timbul lah keluhan seperti mudah tersinggung, cepat marah dan merasa tertekan.
3.      Gangguan tidur
Paling banyak dikeluhkan pada wanita postmenopause. Kurang nyenyak tidur pada malam hari menurunkan kualitas hidup wanita tersebut.
4.      Gangguan pada urogenitalia
Alat genital wanita dan saluran kemih bagian bawah sangat dipengaruhi oleh estrogen. Kekurangan estrogen dapat menimbulkan berbagai jenis keluhan, misalnya sering berkemih, tidak dapat menahan kencing, nyeri berkemih, sering kencing malam, dan inkontinensia. Pada vulva terjadi atropi sel, epitel vulva menipis., vagina menjadi kering, mudah terjadi iritasi dan infeksi.  
5.      Gangguan pada kulit
 Kulit menjadi hilang elastisitasnya, atopik, tipis, kering dan berlipat-lipat.
6.      Gangguan pada mulut
Mulut terasa kering, dan mudah terkena gingivitis.
7.      Osteoporosis
Kekurangan hormon estrogen akan dapat menyebabkan hilangnya masa tulang. Akibatnya dapat terjadi osteoporosis yang akhirnya akan membuat tulang mudah patah.
8.      Kelainan kardiovaskular
Kelainan kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian dan kesakitan pada wanita menopause. Penyebab lain berturut-turut adalah patah tulang, kanker payudara dan kanker endometrium.
Menopause sesungguhnya adalah bagian dari kehidupan yang alami sehingga dapat dikatakan bahwa keadaan ini tidak harus selalu memerlukan “pengobatan”.
Pembahasan bersama dengan dokter merupakan hal yang penting dalam menentukan tindakan terbaik yang harus dilakukan. Rencana pengobatan yang akan diberikan oleh dokter harus dipertimbangkan secara individual.
Yang harus dipertimbangkan pertama kali adalah sampai seberapa besar keluhan dapat menganggu kehidupan seseorang. Selanjutnya, yang bersangkutan harus membahas bersama dengan dokter mengenai :
  • riwayat keluarga,
  • riwayat penyakit dan
  • resiko terjadinya penyakit jantung, osteoporosis dan
  • keganasan payudara.
Perlu diketahui bahwa setiap keputusan yang diambil bukan merupakan bersifat final. Pasien dapat dan bahkan harus melakukan pemeriksaan kesehatan rutin tahunan untuk melakukan penilaian ulang atas langkah terapi yang diambil.
Pasien dapat mengunjungi ahli kandungan, dokter umum atau ahli penyakit dalam. Bersama dengan dokter, pasien harus meneliti ulang program pemeriksaan kesehatan yang tersedia untuk wanita seusia dirinya.
Tujuan pengobatan menopause pada dasarnya adalah:
  • Mengurangi gejala serta keluhan fisik dan psikologis pada masa menopause.
  • Menurunkan resiko osteoporosis dan penyakit kardiovaskular (dan stroke).
Resiko yang berhubungan dengan terapi antara lain adalah :
  • Wanita dengan riwayat penyakit keganasan payudara dan keganasan uterus atau mereka yang menderita gangguan pembekuan darah bukanlah calon yang baik untuk pemberian terapi hormonal pengganti.
  • Wanita dengan faktor resiko penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular memerlukan pertimbangan yang sangat khusus dalam hal pilihan terapi .
Terapi meliputi :
  1. Perubahan gaya hidup
Perubahan gaya hidup ke arah yang lebih baik dengan menghindari kafein, minuman panas, coklat, makanan pedas atau panas dan alkohol. Olahraga teratur juga telah terbukti mengurangi hot flashes, depresi dan berat badan, semua tanda menopause dan juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik.
  1. Obat-obatan
Terapi dari menopause bisa dilakukan dengan Terapi Sulih Hormon (Hormone replacement therapy) Didefinisikan sebagai :
a)      Terapi menggunakan hormon yang diberikan untuk mengurangi efek kekurangan hormon.
b)      Pemberian hormon (estrogen, progesteron atau keduanya) pada wanita postmenopause atau wanita yang ovariumnya telah diangkat, untuk menggantikan produksi estrogen oleh ovarium.
c)      Terapi menggunakan estrogen atau estrogen dan atau progesteron yang diberikan pada wanita postmenopause atau wanita yang menjalani ovarektomi, untuk mencegah efek patologis dari penurunan produksi estrogen.
  1. Terapi alternatif dan komplementari
Pengobatan alternative termasuk penggunaan terapi homeopati sebagai  penggantian hormon alami, tapi hanya setelah konsultasi dengan profesional medis yang berkualitas. Akupunktur juga digunakan sebagai terapi alternatif untuk mengobati efek menopause.