Sabtu, 30 Januari 2010

My ChildhooD



my lovely mom and dad
Miss my daddy so much, esspecially today i miss him so badly

Bakso Ayam Giling Isi Keju

Bahan :
60 gram bihun kering, seduh air panas, tiriskan
150 gram daging ayam giling
1 butir telur ayam
30 gram tepung terigu
2 sdm bawang Bombay cincang
1 sdt bawang putih cincang sedikit merica bubuk
Sedikit garam
25 gram keju parut
500 ml air
1 btg seledri
50 gram sawi hijau
1 sdm bawang goreng

Cara membuat :
cincang bihun yang telah diseduh, kemudian campur dengan daging ayam. Giling telur, tepung terigu dan semua bumbu.
Bagi adinan menjadi 15 buah, masing-masing diisi dungan keju parut, ali bentuk bulat dengan kaju ditengahnya, sisihkan.
didihkan air, masukkan bakso, masak hingga matang dan terapung, angkat.


Kandungan gizi /porsi :
Energi = 141 kalori

Mimisan

Tiba-tiba mengeluarkan darah dari hidung siapa yang ga panik? Apalagi jika perdarahannya banyak dan ga kunjung berhenti.
Mimisan (atau yang dalam bahasa kedokterannya disebut epistaksis) tidak memiliki sebab yang mudah diidentifikasi. Pada anak mimisan biasanya ddisebabkan kebiasaan mengorek hidung, memasukkan sesuatu ke dalam hidung, dan demam. Sedangkan pada orang dewasa mimisan biasanya disebabkan oleh penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi).
Tips menghindari mimisan :

1. Hindari melakukan perangsangan di daerah hidung.
2. Jika mimisan disebabkan hipertensi, maka tekanan darah harus terkontrol.

Mengatasi mimisan di rumah :

1. Penderita harus didudukkan dalam posisi sedikit membungkuk
2. Gunakan ibu jari dan tekunjuk untuk menjepit hidung selama 10 menit.
3. Usahakan untuk tidak bernapas lewat hidung
4. Jika perdarahan tidak kunjung berhenti, segera bawa kr dokter.

(sumber Dokter Kita)

Jumat, 29 Januari 2010

Darah Perawan


Deg-degan saat menjelang pernikahan, lebih tepatnya deg-degan saat menjelang saat malam pertama. Hal yang pasti dirasakan hampir semua wanita, terutama yang ada di belahan bumi Indonesia ini. Gimana ga deg-degan, sang calon suami masih memegang paham yang dianut secara turun temurun oleh keluarganya yaitu pada malam pertama, setelah berhubungan seks pertama kali, sang istri HARUS mengeluarkan darah, yang istilahnya darah perawan.

Sang wanita sebagai calon istri tentu saja gundah. Bagaimana kalau setelah melakukan hubungan seks pertama kali dan tidak mengeluarkan darah? Padahal sang wanita ini sama sekali tidak pernah melakukan hubungan seks dengan laki-laki manapun. Jangankan melakukan hubungan seks, wong ciuman atau pegangan tangan aja dia ga pernah kok. Apakah suaminya tidak akan percaya kalau ia masih perawan? Apakah sang suami akan langsung menceraikan dia?

Lebih parahnya, ada beberapa wilayah di belahan bumi Indonesia ini yang mengharuskan seorang suami untuk menampung darah yang keluar dari selaput dara istrinya pada saat malam pertama pada sehelai kain putih. Dan kain tersebut akan diperlihatkan ke seluruh anggota keluarganya pada keesokan harinya. Gila ga tuh??

Mitos berdarah pada saat malam pertama berarti masih perawan ternyata salah besar. Berikut ini adalah penjelasannya.

Selaput dara itu unik, karena memiliki bentuk berbeda-beda. Ada perempuan yang selaput daranya berbentuk anular, bersepta-septa, ataupun berlubang-lubang. Terjadinya perdarahan pada bentuk terakhir biasanya sedikit. Nah, bentuk itulah yang biasanya mengeluarkan darah saat melakukan hubungan seks pertama kali. Untuk yang bentuknya bersepta-septa belum tentu bisa berdarah. Begitu pula bila seorang perempuan memiliki bentuk selapu anular yang maka kemungkinan besar tidak akan mengalami perdarahan sam sekali pada saat berhubungan seks pertama kali. Ada pula perempuan yang selaput daranya tidak meiliki lubang sama sekali atau disebut juga imperforate hymen. Dengan memahami jenis selaput dara, diharapkan mitos seputar “darah perawan” dan selaput dara bisa hilang.

Naaaah, gimana tuh laki-laki Indonesia? Moga-moga aja setelah membaca tulisan ini udah ga ada lagi laki-laki Indonesia yang menceraikan istrinya hanya gara-gara tidak mengeluarkan darah saat malam pertama.

Kamis, 28 Januari 2010

Kolesterol??? Siapa takut...????

Hohohooooo.... siapa yang ga takut dengan barang satu ini? KOLESTEROL, biang kerok dari beberapa macam penyakit yang menyebabkan kematian. Mulai dari hipertensi (tekanan darah tinggi), stroke, penyakit jantung, macam-macam deh.... Akhirnya, kita dilanda ketakutan, emang siiiih mencegah lebih baik dari pada mengobati, tapi bukan berarti kita ga bisa makan enak lagi kaaaaaan......
Nah agar kita tetep bisa menikmati makanan tanpa dihantui oleh rasa takut akan kolesterol, ni beberapa daftar bahan makanan yang kadar kolesterolnya 0 (nol), semoga bermanfaat ya ^^
- Cocoa : coklat
serbuk, dengan susu bubuk non-fat, 1 ons
serbuk, tanpa susu bubuk non-fat
- Coconut cream or milk : krim kelapa alias santan segar atw siawetkan
- Eggplant : terong
- Field peas : kacang polong
- Onion : bawang
- Orange : jeruk
- Orange juice : air jeruk
- Orange-grape fruit juice : jus jeruk anggur
- Papawn: pepaya
- Parsnips : wortel segar
- Peanut : kacang tanah (semua jenis, mentah, dikeringkan/panggang
- Pecans : kemiri
- Pepper : merica

Selasa, 26 Januari 2010

RABIES

Rabies merupakan infeksi virus akut dan dapat mematikan pada system saraf pusat. Rabies merupakam salah satu penyakit yang paling mengerikan pada manusia. Disebabkan oleh virus zoonotik yang menginfeksi hewan peliharaan dan hewan liar. Ia ditularkan ke hewan lainnya dan kepada manusia melalui kontak tertutup dengan saliva dari hewan yang terinfeksi (misalnya melalui gigitan, luka garukan serta jilatan pada kulit yang rusak dan membrane mukosa).
Kebanyakan manusia yang terinfeksi rabies, ditularkan melalui gigitan anjing dan kucing yang terinfeksi, spesies karnivora ganas seperti serigala, rubah dan kelelawar. Lembu, kuda dan herbivore lainnya dapat terinfeksi rabies dan walaupun mereka dapat menularkan virus ke hewan dan manusia, namun ha ini jarang terjadi.
Rabies dapat ditemukan di Amerika Serikat kecuali Hawaii dan beberapa Negara lainnya di dunia termasuk Canada dan Mexico. Penyakit ini kadang tidak terdapat disuatu daerah yng luas selama beberapa tahun dan kemudian muncul secara tiba-tiba akibat penyebaran dari daerah lain.
Jumlah kematian di dunia yang disebabkan oleh rabies diperkirakan antara 40.000 dan dapat mencapai angka tertinggi sebanyak 70.000 orang pada Negara dengan populasi yang padat seperti pada Afrika dan Asia dimana rabies endemic. Sekitar 10 juta orang yang telah terpapar dengan hewan yang suspek rabies telah menerima pengobatan.

ETIOLOGI

Rabies meruoakan penyakit infeksi pada binatang yang disebabkan oleh virus RNA yang berukuran 180 x 75 nm. Virus rabies berbentuk peluru, tidak bersegmen dan terdiri dari lilitan tunggal RNA. Virus terbuat dari nucleocapsid atau inti ribonucleoprotein yang dibentuk seperti helix. Lipoprotein yang menyelubungi inti dan dibatasi oleh matrix protein, Glikoprotein terdapat pada permukaan dan merupakan molekul reseptor utama pada virus. PH yang rendah (< 6,0) menyebabkan perubahan pada glikoprotein yang kontak dengan zat hidropobik yang masuk ke dalam luka dan dapat terjadi kerusakan membrane dari virus.

PATOFOSIOLOGI

Setelah dapat memasuki tubuh manusia di tempat gigitan, maka virus akan bereplikasi di tempat tersebut. Masa inkubasi antara 1 sampai 2 bulan, kadangkala berlangsung selama 1 tahun. Setelah itu ia akan memasuki akson-akson saraf yang mempersarafi daerah tersebut. Kemudian virus menyebar secara sentripetal ke susunan saraf pusat elalui saraf perifer. Dengan mengikuti akson plasma secara sentripetal maka akhirnya virus itu akan sampai di gangglion intervertebralis (pada gigitan wajah, virus itu akan sampai di ganglion gasseri). Dalam ganglion, virus itu akan terus mengalami replikasi lanjutan. Kemudian infeksi itu dapat meluas ke sel-se; ganglion di sekitarnya. Lalu virus tersebut terus melalui medula spinalis dan akhirnya sampai di otak.
Virus mencapai otak dan kemudian menginfeksi banyak struktur otak bagian bawah yang kemudian menyebar. Infeksi paling jelas terlihat pada daerah bagian bawah otak antara lain : sistem limbik, hipocampus, batang otak dan cerebellum. Manifestasi klinik penyakit ini sesuai dengan daerah yang terlibat. Keterlibatan sistem limbik akan menyebabkan enyimpangan perilaku seksual dan kehilangan mekanisme kontrol perilaku. Pada anjing misalnya, dapat kita lihat bahwa anjing yang mulau-mula jinak, lantas jadi galak dan menggigit tanpa provokasi apapun. Sebaliknya keterlibatan tubuh serta perubahan pada pola pernapasan yang dapat menyebabkan kegagalan pernapasan.
Setelah terdapat banyak virus dalam otak, maka dengan melalui saraf-saraf, virus itu akan menuju ke perifer terutama ke sel-sel asinus pada kelenjar ludah dan kelenjar submaksilar yang menghasilkan eksresi ludah yang banyak mengandung virus. Virus juga dapat enyebar ke leher. Biopsi leher akan membantu dalam menegakkan diagnosis.

GAMBARAN KLINIK

Masa Prodormal
Pada masa ini virus memasuki susunan saraf pusat. Lamanya berkisar antara 2 – 10 hari. Pada masa ini tidak ada gejala dan tanda yang spesifik. Gejala dan tanda yang dapat ditemukan berupa malaise, anoreksia, sakit kepala, demam, faringitis, nausea, emesis, diare, cemas, agitasi,insomnia dan depresi. Paraestesi atau nyeri pada daerah inklusi merupakan tanda patognomonis untuk rabies dan terjadi pada 50% kasus selama fase ini.

Masa Neurologi akut
Masa ini berlangsung selama 2 – 7 hari. Dikenal dua macam rabies, yaitu :

Furious Rabies
Pada masa ini pasien memperlihatkan gejala dan tanda berupa agitas, hiperaktivitas, kelelahan, memukul, menggigit,kebingungan atau berhalusinasi. Setelah beberapa hari, ini menjadi episodik dan diselingi dengan sikap yang tenang, koperatif. Episode furious berlangsung kurang dari 5 menit. Hal ini dapat dibangkitkan dengan spontan. Pada masa ini, dapat terjadi kejang. Fase ini berakhir dapat dengan kegagalan kardiorespiratori atau berkembang ke paralisis.
Hidrofobia dan aerofobia, merupakan patognomonik pada rabies da terjadi pada 50% pasien. Minum atau tiupan udara pada wajah dapat menyebabkan spasme laringeal atau diafragmatik yang berat dan sensasi tercekik. Hal ini dapat berhubungan dengan respon yang kuat pada mekanisme iritasi jalan napas.
Ketidakstabilan dari sistem otonom diobservasi termasuk demam, takikardia, hipertansi, anisokor, midriasis, lakrimasi, saliva, respirasi dan hipertensi postural.
Tanda neurologik lainnya termasuk keterlibatan sarag kranialis antara lain dapat berupa diplopia, facial palcy dan neuritis optik.

Paralitik Rabies
Biasa dikenal dengan nama ”dumb rabies” atau ”apathetic rabies”.
Demam dan rigiditas dapat terjadi.
Paralisis simetrik dan dapat bersifat general atau ascending serta seringdidiagnosis sebagai “Guallian bare syndrom”
Sikap tenang tiba-tiba berubah menjadi delirium, stupor dan koma.

Koma

Mulai 10 hari estela onset, dapat bervariasi.Kegagalan pernapasan terjadi dalam seminggu. Hipovnetilasi dan asidosis metabolik predominan. Acute Respiratory Distress Syndrom dapat terjadi. Tekanan darah berubah-ubah, aritmia dan hipotermia. Dapat terjadi bradikardia dan kegagalan jantung.


DIAGNOSIS

Mendiagnosis rabies dapat berdasarkan bebrapa parameter, meliputi :
Epidemiologi
Histopatologi
Deteksi antigen
Isolasi virus
Serologi

Penemuan berdasarkan klinik dan epidemiologi membantu didalam mendiagnosis rabies, khususnya pada indvidu yang berdomisili pada endemik area rabies.
Pemeriksaan histopatologi jeringan otak dan menings yang ternfeksi rabies, dapat ditemukan adanya : infiltrasi mononuklear, perivaskuler cuffing oleh sel-sel limfosit dan polimorfonuklear, limfotic foci, nodul-nodul yang terdiri dari sel glial dan negri bodies yang terdapat dalam sitoplasma sel saraf hewan yang terinfeksi.
Pemeriksaan lain,dengan mendeteksi antgen pada jeringan binaang yang terinfeksi oleh virus rabies, denga menggunakan Direct Fluorescent Antibody Test (dFA).
Pada pemeriksaan isolasi virus dari air liur atau cairan serebrospinal memutuhkan masa inkubasi 5 – 8 hari, sehingga tidak terlalu diindikasikan, karena masa inkubasi yang lama.
Pemeriksaan serologik dalam mendiagnosa rabies dengan menggunakan serum dan cairan serebrospinal. Ditemukan antibodi pada cairan serebrospinl mengindikasikan adanya rabies pada statu individu.

TERAPI

Berusaha mencegah timbulnya gejala-gejala rabies dengan cara menumbulkan antibodi terhadap rhabdositas tersebut dengan memanfaatkan masa inkubasi yang cukup panjang (kira-kira 6 minggu).
Anjing yang telah menggigit penderita hendaknya diserehkan lepada instansi yang terkait untuk diobservasi selama 10 hari. Bila anjing itu telah mati, maka kepalanya dipotong dan dikirim dalam es ke laboratorium untuk pemeriksaan (negri bodies atau FA/Fluorescent Antibodies).
Luka digitan hendaklah dibersihkan dengan sabun selama 5 – 10 menit, diberikan alcohol dan iodium.
Bila ternyata anjing tersebut pada hari kelima memperihatkan tanda-tanda rabies atau dalam otak anjing itu ditemukan negri bodies, maka dilakukan :

Imunisasi pasif :

~ Anti rabies serum (40 IU/KgBB)
~ Human Anti-Rabies IgG (HAIG sebanyak 2 IU/KgBB saharí)

Imunisasi Aktif :

~ Duck Embryo Vaccín (DEV 2 cc selama 14 hari, dengan 2 cc booster pada hari ke 24
dan 34)
~ Human Diploid Cell Vaccín (HDCV)

PROGNOSIS

Prognosis baik, bila dilakukan profilaksis post exposure diberikan pada saat yang tepat. Bila pengobatan tidsk dimulai sebelum masa prodormal, maka terdapat kerusakan susunan saraf pusat yang bermanifestasi takikardi, aritmia, dan hipotensi yang mengarah ke kematian.

Senin, 25 Januari 2010

Casual Vocabulary in Nihon Go

~ii : good (i-adj)

~yokunai : not good (the negative version of ii) (i-adj)

~warui : bad (i-adj)

~kakkoii : handsome, cool, good looking (i-adj)

~dame : bad, quit (that), stop (it), no-no (said to kids) (na-adj)

~kawaii : cute (i-adj)

~hazukashii : shy, bashful, embarrasing (it's often used by young girls) (i-adj)

~ne, nee : (sentence ending. asking for agreement, or agreeing)

(as a sentence start used to call for attention) (particle)

~yo : (sentence ending. making the sentence harder, strenghtening one's opinion)

~saitei : the worst (noun/na-adj)

~darou : (it) seems like ... / ..., I guess. A form of the copula desu. (copula)

~deshou : Polite verson of darou. As sentence ending: (I) think, (I) guess,

~hidoi : horrible

~wa : (sentence ending. Making the sentence feminine.



Example sentences


ii deshou

(It's) good isn't (it). The speaker wants the listener to agree.


ii darou

(It's) good isn't (it). The speaker wants the listener to agree. (rough or masculine)



ano jiko, hidoi ne

That accident, terrible, (isn't it).



ano jiko, hidoi yo ne

"That accident, I think it's terrible, isn't it". The speaker strengthens it using yo



ashita ame ni naru deshou

rain will come tomorrow (polite)



Girl suddenly seeing a cute dog: A! kawaii.

Cute!!



Mite, ano otoko no hito, kakkoii yo ne?

Look at that guy, isn't he cool/good looking?



"chokoreeto tabete ii?" - "dame, watashi no da yo"

"Can I eat the chocholate?" - "No, it's mine!"

MODUL UJI-DIRI UNTUK DOKTER UMUM

Untuk sejawat dokter umum yang gagal mengikuti ujian kompetensi dan sekarang bersiap untuk ujian modul, berikut adalah beberapa contoh modul,-

Modul Uji-diri: 00 1 Seri: 02

Disusun oleh:

Dr. Sugito Wonodirekso

Penyunting:

Tim Modul KBKUDI


Letih (Fatigue)


  1. Tujuan:

      1. Pembekalan bagi para Dokter Praktik Umum

      2. Meningkatkan kemampuan membaca dan menilai informasi

      3. Menambah dan memperdalam pengetahuan

      4. Menambah kemampuan menerapkan pendekatan kedokteran keluarga

      5. Memicu peningkatan kemampuan penalaran klinis

      6. Memicu kemampuan belajar mandiri.


  1. Prasyarat ikut ujian modul:

    1. Dua kali ujian tulis belum berhasil lulus

    2. Telah menyelesaikan biaya administrasi

    3. Telah mempunyai pembimbing modul yang berasal dari FK/PSPD masing-masing


  1. Tatacara

    1. Modul uji-diri disampaikan kepada ybs. paling lambat sebulan setelah pengumuman ujian

    2. Anggota pengurus KBUKDI tidak dibenarkan mengadakan pembimbingan.

    3. Pemberitahuan ujian modul disampaikan langsung kepada peserta dengan tembusan pemimpin FK/PSPD masing-masing.

    4. Peserta menyelesaikan 6 set modul uji-diri yang dikirim KBUKDI

    5. Kerjakan semua-modul yang telah ditetapkan oleh panitia uji-diri

    6. Modul uji-diri dikerjakan oleh peserta di bawah bimbingan staf pengajar FK/PSPD ybs.

    7. Pemimpin FK/PSKD dan atau peserta menunjuk atau memilih pembimbing yang sesuai.

    8. Pembimbing adalah staf pengajar yang kompeten untuk membantu sepenuhnya para peserta dalam menyelesaikan modul.

    9. Pembimbing mendapat Surat Tugas dari pemimpin FK/PSPD ybs. yang tembusannya dilampirkan bersama pengembalian berkas modul uji-diri

    10. Dibenarkan kerjasama antar-peserta untuk menyelesaikan modul

    11. Jika terdapat indikasi ”penyontekan in-toto” (“copy and paste”), peserta yang terlibat harus menulis ulang jawabannya menggunakan pemikirannya sendiri.

    12. Seorang pembimbing dibenarkan membimbing lebih dari 1 peserta

    13. Kirimkan melalui pos kilat tercatat, lembar jawaban yang telah ditandatangani oleh peserta dan pembimbing dengan stempel logo FK/PSPD ybs. ke Sekretariat KBUKDI; Jl Samratulangi no 29, Jakarta pusat 10350

    14. Berkas yang dikirimkan kembali ke Panitia KBUKDI terdiri atas:

      1. Lembar jawaban asli yang ditandatangani oleh peserta dan pembimbing dan disahkan dengan stempel logo FK/PSPD ybs.

      2. Surat tanda telah melunasi biaya modul uji-diri asli

      3. Fotocopy kartu ujian ke-2

      4. Jawaban di dalam CD.



  1. Silabus:

Pasien biasanya datang dengan keluhan yang berbeda. Mungkin mengeluh kurang konsentrasi dalam bekerja, merasa lesu ketika bangun tidur, pusing,tidak bergairah, dsb. Oleh karena itu sebagai dokter praktik umum harus secara rinci melakukan anamnesis. Jangan lupa bertanya mengenai keluarganya dan masalahnya. Selain itu pekerjaan dan soal lingkungan pun harus menjadi perhatian..

  • Setiap orang mungkin saja pada suatau saat mengeluh lelah yang sedemikian mengganggunya sehingga meminta bantuan dokter.

  • Kebanyakan pasien yang merasa terganggu perasaan letih terus-menerus datang ke dokter biasanya untuk mencari penyebab organik. Sementara itu banyak kajian membuktikan bahwa kebanyakan penyebabnya adalah masalah psikologis.

  • Sebagian kecil pasien mungkin datang dengan keluhan psikologis akan tetapi tetap beranggapan bahwa hal itu akibat masalah medis. Upaya dokter untuk menjelaskan masalah psikologis sebagai penyebabnya bahkan sering ditafsirkan sebagai “bercanda”.

  • Perempuan lebih sering mengeluh lelah daripada pria. Tugas dokter praktik umum adalah mengkaitkan keluhan pasien dengan kelainan organik tertentu sambil bersiap untuk memberikan masukan yang menenangkan.

  • Anemia merupakanpenyebab yang lain sering. Namun demikian penyebab lainnya juga harus dipertimbangkan termasuk: hipotiroid, penyakit kardiovaskuler, DM, karsinoma dan pasca infeksi mononukleosis. Pemeriksaan darah rutin termasuk hitung sel darah menjadi penting untuk memulai penyelidikan.

  • Jangan lupa mempertanyakan obat dan atau jamu serta kegiatan fisik yang baru saja dilakukan pasien.

  1. Bahan bacaan


    1. Gan GL, Azwar A, Wonodirekso S. A Primer on Family Medicine Practice, Singapore International Foundation, 2004.

    2. Yang berminat dapat membeli langsung ke PDKI pusat telp 0213908435

    3. Jika anda menggunakan sumber lain, tuliskan di sini.



  1. Objektif:

Setelah membaca seluruh isi bahan bahan bacaan dan mengerjakan sola yang tercantum di bagian belakang modul ini para dokter diharapkan mampu:

  1. Melakukan anamnesis terarah menuju diagnosis dan menyingkirkan DD

  2. Melakukan pemeriksaan jasmani secara sistematis dan terfokus

  3. Merancang secara rasional pemeriksaan penunjang yang diperlukan

  4. Memprakirakan hasil pemeriksan penunjang

  5. Menyusun strategi penyelesaian masalah yang dihadapi

  6. Mengidentifikasi saat terbaik untuk konsultasi dan perujukan yang diperlukan

  7. Menjelaskan kepada pasien prognosis masalah yang dihadapi

  8. Menjelaskan peran pasien dan keluarganya dalam proses penyembuhan penyakit

  9. Mengidentifikasi risiko dan mencegah munculnya masalah kesehatan yang dihadapi


  1. Wewanti:

  1. Perhatikan usia setiap kasus yang diberikan dan semua jawaban harus mengingat usia kasus ini dan bukanyang berlaku umum

  2. Jawaban jangan berupa tulisan ”normatif”, (uraian yang diperoleh di buku dipindahkan ke lembar jawaban) tentang penyakit yang bersangkutan melainkan sikap anda sebagai dokter praktik umum (yang hanya berewenang memberikan layanan rawat jalan) dalam menghadapi kasus tersebut.

  3. Jika diagnosis cukup dibuat dengan anamnesis dan pemeriksaan jasmani, maka pemeriksaan penunjang tidak diperlukan atau maksimal hanya pemeriksaan darah dan urin rutin dan atau untuk menyingkirkan DD.

  4. Perhatikan bahwa pemeriksaan penunjang adalah yang digunakan untuk menegakkan diagnosis di tempat pelayanan primer (dokter praktik umum), bukan di rumah sakit. Jadi, hindari pemeriksaan canggih yang tidak diperlukan untuk membuat diagnosis di tempat pelayanan primer. Misalnya pemeriksaan ”CT-Scann” pada kasus dugaan kanker paru memang dibenarkan akan tetapi untuk pelayanan primer, jika pemeriksaan ronsen toraks PA sudah mencurigai adanya Ca-paru, maka pasien harus langsung dirujuk. Artinya, tidak perlu pula diuraikan terapinya secara rinici karena hal itu tugas pelayanan sekunder di rumah sakit. Biarkan dokter spesialis paru yang melakukan pemeriksaan CT-scann jika diperlukan. Namun demikian dalam menjawab pertanyaan ”Apa yang dijelaskan kepada pasien dan keluarganya” perlu disampaikan perihal dugaan penyakit (yang masih mungkin) dan prognosisnya serta apa yang akan dijalani pasien di rumah sakit nantinya.

  5. Jika kasusnya adalah kegawat-daruratan pasien harus langsung dirujuk atau diobat i dan diawasi sementara sampai layak untuk dirujuk. Yang penting anamnesis dan pemeriksaan fisik telah dilakukan dengan benar dan baik.



  1. Pemicu:

Seorang pasien perempuan berusia 43 tahun, belum menikah, datang diantar ke tempat praktik anda oleh ayahnya karena belakangan sering bolos kantor.

Pertanyaan dan tata laksana pasien:

      1. Jangan lupa baca modul contoh secara cermat terutama butir g) Wewanti” sebelum mulai bekerja

      2. Lanjutkan anamnesis untuk menuju ke diagnosis yang disorot dalam tabel dengan warna kuning. Jangan lupa lakukan anamnesis untuk menyingkirkan diagnosis diferensialnya yang dapat mengakibatkan gejala yang sama.

      3. Apakah pemeriksaan jasmani yang dilakukan?

      4. Pemeriksaan penunjang apa yang diperlukan?

      5. Berikan alasan untuk pemeriksaan penunjang

      6. Prakirakan hasil laboratorium atau lainnya yang dilakukan

      7. Bagaimana strategi menyelesaian masalah pasien ini?

      8. Sebutkan tanda-tanda yang mengharuskan anda merujuk pasien ini dan ke mana merujuknya (sebutkan departemen atau bagian atau dokter layanan sekunder yang anda tuju)?

      9. Apakah yang anda jelaskan kepada pasien dan atau keluarganya tentang masalahnya?

      10. Apakah peran pasien dan keluarganya dalam penyembuhan?

      11. Dapatkan penyakit ini dicegah? Bagaimana caranya?


Lembar jawaban: (Sertakan pertanyaannya)


Nomor modul: .............................................. Seri: .................


Nama peserta ujian: ………………………………………


No peserta ujiaan: ………………………………………... (yang dipakai dalam ujian sebelumnya)


Tanda tangan: ……………………………………………………..



Jawaban ditulis singkat (seperti pada contoh) dalam tabel yang disediakan, menggunakan huruf ”Arial Narrow” 12 pika. Namun demikian anda dibenarkan dan dianjurkan menambah jumlah ”rows” untuk mengakomodasi semua pemikiran anda. Selain yang disorot, pilihlah 3 DD-nya dan ketiganya harus disingkirkan minimal dengan satu pertanyaan dalam anamnesis.

No

Diagnosis untuk anda (disorot) dan 3 DD pilihan anda (bebas)

Skor

Bobot

Nilai


  1. Diabetes melitus tipe I

  2. Hipotiroidisme

  3. Hipertiroidisme

  4. Menopause

  5. Anemia defisiensi besi

  6. Anemia defisiensi asam folat

  7. Anemia sel sabit

  8. Anemia akibat perdarahan

  9. Penyakit jantung

  10. Karsinoma

  11. Pasca Infeksi virus

  12. Gagal hati akut

  13. Penyalahgunaan alkohol

  14. Penyalahgunaan zat adiktif

  15. Anxietas

  16. Minum kopi (minuman mengandung kafein) berlebihan

  17. Sindrom letih kronik

  18. COPD (Penyakit Paru Obstruktif Kronik – PPOK)

  19. Depresion (depresi berat)

  20. Emfisema

  21. Kegiatan fisik berlebihan

  22. Berduka-cita

  23. Inaktivitas (sangat kurang kegiatan jasmaninya)

  24. Apnea saat tidur

  25. Stress

  26. Kebiasaanmakan yang buruk (sering telat makan atau makan makanan yang kurang bernilai gizi.

  27. Gagal ginjal kronik

  28. Kurang tidur

  29. Sedang makan obat (misalnya antihistamin,obat batuk pilek, obat nyeri, obat penyakit jantung, obat hipertensi, dan beberapa antidepresan)

  30. Kegemukan

  31. Hamil

  32. Dalam masa pemulihan pasca-operasi besar







Anamnesis pokok (mengarah diagnosis yang disorot ) (tuliskan selengkapnya)




  1. Sejak kapan mulai sering bolos kantor ?




  1. Alasan apa sehingga anda tidak betah di kantor ?




  1. Apakah ada perasaan lemah dan cepat capek ?




  1. Apakah anda mengalami kulit kering dan bersisik ?




  1. Apakah anda merasa kurang berkeringat?




6. Apakah anda merasa belakangan ini rambut rapuh dan rontok ?




7. Apakah ada perasaan tidak tahan dingin ?




8. Apakah berat badan anda meningkat ? dan muka tampak bengkak ?




9. Apakah suara terasa serak ?




10. Apakah ada gangguan pada pendengaran ?




11. Apakah ada rasa kesemutan ?




12. Apakah akhir – akhir ini konsentrasi berkurang atau sering menjadi pelupa ?




13. Bagaimana BAB dan BAK nya ?








Anamnesis penyingkir DD/(tuliskan selengkapnya)




  1. Apakah Anda merasa banyak makan, banyak minum dan banyak BAK ? ( memikirkan diabetes melitus tipe I )




  1. Apakah perasaan gelisah, mudah tersinggung dan banyak berkeringat ? ( memikirkan hipertiroidisme )




  1. Kapan haid terakhir ? ( memikirkan menopouse )





  1. Apakah ada demam dan pusing ? ( memikirkan anemia defisiensi besi )





  1. Apakah anda sering sesak yang dipengaruhi oleh aktivitas ? ( memikirkan penyakit jantung )





  1. Apakah ada penurunan berat badan secara drastis ? ( memikirkan karsinoma )





  1. Apakah ada demam ? ( memikirkan pasca infeksi virus )





  1. Apakah ada perasaan gelisah,kurang konsentrasi dan berkeringat dingin ? ( memikirkan anxietas )





  1. Apakah sebelumnya anda telah beraktiivitas berat ? ( memikirkan telah melakukan kegiatan fisik berlebihan )





  1. Apakah anda ditinggal orang terdekat ? ( memikirkan berduka cita )





  1. Apa pekerjaan sehari – hari dan apakah kurang berolah raga ?( memikirkan inaktivitas )





  1. Bagaimana pola makan anda ? ( memikirkan kebiasaan makan yang buruk )





  1. Bagaimana tidur malam anda ? ( memikirkan kurang tidur )





  1. Apakah ada obat yang anda konsumsi akhir – akhir ini ? ( memikirkan sedang makan obat )





  1. Berapa berat badan dan tinggi badan anda ? ( memikirkan kegemukan )










Apakah pemeriksaan jasmani yang dilakukan? (tuliskan selengkapnya)




  1. Tanda vital ( tensi, nadi, pernafasan, suhu )




  1. Keadaaan umum




3. Regio facialis

  1. Konjungtiva : anemia (-), sklera : ikterus (-), hiperemis (-)

  2. Telinga : tidak ada kelainan

  3. Hidung : nyeri tekan (-), sekret (-), rinorea (-)

  4. Tenggorokan : massa (-), hiperemis (-)

  5. mulut : bibir kering (-), lidah kotor (-)

  6. Leher : tidak ada kelainan

Toraks :

    1. Inspeksi : warna kulit sama sekitarnya

    2. Palpasi : massa tumor (-), nyeri tekan (-)

    3. Perkusi : dalam batas normal

    4. Auskultasi : tidak ada kelainan

Abdomen :

    1. Inspeksi : tidak ada kelainan

    2. Palpasi : tidak ada kelainan

    3. Perkusi : tidak ada kelainan

    4. Auskultasi : peristaltik normal

Genitalia : tidak ada kelainan.

Extremitas : tidak ada kelainan


4. Refleks Achilles

5. Menilai skor indeks Billewicz untuk hipotiroidisme (1969)






Pemeriksaanpenunjang apa yang diperlukan? (tuliskan selengkapnya)




  1. Darah rutin




2. Uji fungsi tiroid





3. EKG










Berikan alasan untuk pemeriksaan penunjang (tuliskan selengkapnya)




  1. Untuk keperluan diagnosis




  1. Untuk tujuan terapi




  1. Untuk menyingkirkan DD




  1. Untuk melihat adanya komplikasi









Prakirakan hasil lab yang dilakukan(tuliskan selengkapnya)




  1. Kadar tiroksin rendah




  1. TSH basal meningkat




  1. EKG normal









Bagaimana strategi menyelesaian masalah pasien ini? (tuliskan selengkapnya)




  1. Diperlukan kerjasama yang baik antara dokter, pasien dan keluarga pasien.




  1. Meringankan keluhan pasien




  1. Menormalkan metabolisme, TSH, dan kadar T3, T4




  1. Berupaya agar sedapat mungkin menghindarkan komplikasi dan resiko :





  • Istirahat yang baik





  • Diet yang teratur dan sesuai dengan yang dianjurkan





  • Pemberian obat medikamentosa





5. Menjalin komunikasi yang baik dan memberikan alamat atau nomor telepon yang bisa dihubungi jika sewaktu – waktu ada yang perlu dikonsultasikan










Sebutkan tanda-tanda yang mengharuskan anda memerlukan kosultasi/merujuk pasien ini (tuliskan selengkapnya)




  1. Jika setelah penanganan yang adekuat pasien tidak membaik atau malah semakin memberat




  1. Jika terjadi komplikasi yang berat




  1. Jika tampak gejala gangguan psikosis










Apakah yang anda jelaskan kepada pasien dan atau keluarganya tentang masalahnya? (tuliskan selengkapnya)




  1. Menjelaskan kepada pasien dan keluarganya tentang penyakit yang diderita, pengobatan yang diberikan, serta efek samping pengobatan yang mungkin timbul.




  1. Menjelaskan bahwa pasien memerlukan istirahat dan diet yang teratur




  1. Menjelaskan bahwa komplikasi umumnya pada jantung . Misalanya : PJK, dan gagal jantung kongestif.










Apakah peran pasien dan keluarganya dalam penyembuhan? (tuliskan selengkapnya)





  1. Sangat dibutuhkan pasien dalam melaksanakan anjuran dari dokter





  1. Keluarga perlu memantau pasien dalam hal diet dan konsimsi obatnya





  1. Keluarga perlu memantau pasien jika terjadi tanda – tanda komplikasi. Misalnya: ada infeksi, sesak nafas










Dapatkan penyakit ini dicegah? Bagaimana caranya? (tuliskan selengkapnya)





Dapat





Melaksanakan pola hidup sehat










Total

A

-

B









Modul Uji-diri: 005 Seri: 31

Disusun oleh:

Dr. Sugito Wonodirekso

Penyunting:

Tim Modul KBKUDI


Sesak napas


  1. Tujuan:

    1. Pembekalan bagi para Dokter Praktik Umum

    2. Meningkatkan kemampuan membaca dan menilai informasi

    3. Menambah dan memperdalam pengetahuan

    4. Menambah kemampuan menerapkan pendekatan kedokteran keluarga

    5. Memicu peningkatan kemampuan penalaran klinis

    6. Memicu kemampuan belajar mandiri.


  1. Prasyarat ikut ujian modul:

    1. Dua kali ujian tulis belum berhasil lulus

    2. Telah menyelesaikan biaya administrasi

    3. Telah mempunyai pembimbing modul yang berasal dari FK/PSPD masing-masing


  1. Tatacara

    1. Modul uji-diri disampaikan kepada ybs paling lambat sebulan setelah pengumuman ujian

    2. Pemberitahuan ujian modul disampaikan langsung kepada peserta dengan tembusan pemimpin FK/PSPD masing-masing.

    3. Peserta menyelesaikan 6 set modul uji-diri yang dikirim KBUKDI

    4. Kerjakan semua-modul yang telah ditetapkan oleh panitia uji-diri

    5. Modul uji-diri dikerjakan oleh peserta di bawah bimbingan staf pengajar FK/PSPD ybs.

    6. Pemimpin FK/PSKD dan atau peserta menunjuk atau memilih pembimbing yang sesuai.

    7. Pembimbing adalah staf pengajar yang kompeten untuk membantu sepenuhnya para peserta dalam menyelesaikan modul.

    8. Pembimbing mendapat Surat Tugas dari pemimpin FK/PSPD ybs. yang tembusannya dilampirkan bersama pengembalian berkas modul uji-diri

    9. Dibenarkan kerjasama antar-peserta untuk menyelesaikan modul

    10. Jika terdapat indikasi ”penyontekan in-toto”, peserta yang terlibat harus menulis ulang jawabannya menggunakan pemikirannya sendiri.

    11. Seorang pembimbing dibenarkan membimbing lebih dari 1 peserta

    12. Kirimkan melalui pos kilat tercatat, lembar jawaban yang telah ditandatangani oleh peserta dan pembimbing dengan stempel logo FK/PSPD ybs. ke Sekretariat KBUKDI; Jl Samratulangi no 29, Jakarta pusat 10350

    13. Berkas yang dikirimkan kembali ke Panitia KBUKDI terdiri atas:

      1. Lembar jawaban asli yang ditandatangani oleh peserta dan pembimbing dan disahkan dengan stempel logo FK/PSPD ybs.

      2. Surat Tugas Pembimbing asli yang diterbitkan oleh Pemimpin FK/PSPD ybs.

      3. Fotocopy kartu ujian ke-2

      4. Jawaban di dalam CD.



  1. Silabus:


Definisi sesak napas:

Sesak napas dapat didefinisikan sebagai sensasi(rasa) kehabisan napas termasuk juga sulit bernapas dan napas tidak lega.

Pasien yang mengeluh napasnya pendek, mungkin sebuah keadaan fisiologis atau patologis.Oleh karena itu diperlukan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang saksama. Sesak napas yang terjadi mendadak perlu diwaspadai dan diperiksa secara cermat karena mungkin memerlukan terapi segera; sedangkan sesak napas kronik; pusat perhatiannya adalah pada penyakit penyebabnya.

Penyebab:

Ancangan bagi pasien dengan keluhan sesak napas dapat dikelompokkan berdasarkan pada saat munculnya seperti terlihat dalam tabel di bawah ini:

Timbul mendadak: Terjadi pada pasien yang sebelumnya bukan pasien sesak napas. Sesak napas mendadap dan berat adalah keadaan gawat-darurat medis. Walaupun pengobatan perlu segera diberikan untuk meredakan sesaknya, penyebabnya tetap harus dipastikan.

Timbul mendadak: pasien telah pernah sesak napas sebelumnya: Hanya ada 2 keadaan yang dapat menyebabkan sesak napas berulang yaitu gagal jantung kiri dan asma bronchial.

Timbul secara perlahan: dalam beberapa hari atau pekan

  • Gangguan jantung: Penyebab dalam kelompok ini adalah gagal jantung kongestif dan gangguan jatung yang lain akibat bendungan v. pulmonalis (stenosis mitral dan insufiensi)

  • Gangguan respiratori: Penyebab dari paru adalah Penyakit Paru Obstruktif Kronis, penyakit parenkim paru, hipertensi pulmoner, kiposkoliosis berat, efusi pleura berat, dan asma kronik

  • Anmia berat kronik: sesak napas yang ditimbulkannya akibat jaringan kekuranagn oksigen

  • Psikologis: Pasien memang mengeluh sesak napas, namun pada pemeriksaan jasmani tidak ditemukan tanda obyektif sesak napas itu. Tidak jarang pasien datang ke dokter akibat ketakutan sakit paru karena teman dekatnya baru saja meninggal karena penyakit paru.

Tabel Penyebab Sesak Napas

No

Sistem

Penyakit


Timbul mendadak sebelumnyatidak pernah


Kardiovaskuler

Gagal jantung akut misalnya miokard infark


Infeksi paru berat

Pneumonia, epiglotitis akut pada anak, bronkiolitis pada anak


Kelainan paru

Terhirup benda asing,obstruksi saluran napas atas, pneumotoraks, dan atelektasis


Anafilaksis akut

Hipersensitivitas pada obat dan atau makanan


Metabolik asidosis

Pada ketosis diabetes


Kelaian psikogenik

Cemas dengan hiperventilasi dan serangan panik


Timbul mendadak tetapi pernah mengalami sebelumnya


Kardiovaskuler

Gagal jantung kiri


Respiratori

Asma bronkial


Timbul perlahan dalam beberapa hari atau pekan


Kardiovaskuler

Gagal jantung kongestif, stenosis atau insufiensi mitral


Respiratori

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (COPD)


Anemia kronik

Malagizi lama, investasi parasit, anemia hemolitik, perdarahan kronik


Psikologis

Kecemasan


  1. Bahan bacaan


    1. Gan GL, Azwar A, Wonodirekso S. A Primer on Family Medicine Practice, Singapore International Foundation, 2004.

    2. Yang berminat dapat membeli langsung ke PDKI pusat telp 0213908435

    3. Jika anda menggunakan sumber lain, tuliskan di sini.



  1. Objektif:

Setelah membaca seluruh isi bahan bahan bacaan dan mengerjakan soal yang tercantum di bagian belakang modul ini para dokter diharapkan mampu:

  1. Melakukan anamnesis terarah menuju diagnosis

  2. Melakukan pemeriksaan jasmani secara sistematis dan terfokus

  3. Merancang secara rasional pemeriksaan penunjang yang diperlukan

  4. Memprakirakan hasil pemeriksan penunjang

  5. Menyusun strategi penyelesaian masalah yang dihadapi

  6. Mengidentifikasi saat terbaik untuk konsultasi dan perujukan yang diperlukan

  7. Menjelaskan kepada pasien prognosis masalah yang dihadapi

  8. Menjelaskan peran pasien dan keluarganya dalam proses penyembuhan penyakit

  9. Mengidentifikasi risiko dan mencegah munculnya masalah kesehatan yang dihadapi


  1. Pemicu:

Seorang pasien, dewasa laki-laki berusia, 39 tahun, diantar ke tempat praktik anda oleh isterinya dengan keluhan sesak napas.


Pertanyaan dan tata laksana pasien:

      1. Lanjutkan anamnesis yang menuju untuk menuju ke diagnosis yang disorot dalam tabel dengan warna kuning. Jangan lupa lakukan anamnesis untuk menyingkirkan diagnosis diferensialnya yang dapat mengakibatkan gejala yang sama.

      2. Apakah pemeriksaan jasmani yang dilakukan?

      3. Pemeriksaan penunjang apa yang diperlukan?

      4. Berikan alasan untuk pemeriksaan penunjang

      5. Prakirakan hasil laboratorium atau lainnya yang dilakukan

      6. Bagaimana strategi menyelesaian masalah pasien ini?

      7. Sebutkan tanda-tanda yang mengharuskan anda merujuk pasien ini dan ke mana merujuknya (sebutkan departemen atau bagian atau dokter layanan sekunder yang anda tuju)?

      8. Apakah yang anda jelaskan kepada pasien dan atau keluarganya tentang masalahnya?

      9. Apakah peran pasien dan keluarganya dalam penyembuhan?

      10. Dapatkan penyakit ini dicegah? Caranya?


  1. Wewanti:

  1. Perhatikan usia setiap kasus yang diberikan dan semua jawaban harus mengingat usia kasus ini dan bukanyang berlaku umum

  2. Jawaban jangan berupa tulisan ”normatif”, (uraian yang diperoleh di buku dipindahkan ke lembar jawaban) tentang penyakit yang bersangkutan melainkan sikap anda sebagai dokter praktik umum (yang hanya berewenang memberikan layanan rawat jalan) dalam menghadapi kasus tersebut.

  3. Jika diagnosis cukup dibuat dengan anamnesis dan pemeriksaan jasmani, maka pemeriksaan penunjang tidak diperlukan atau maksimal hanya pemeriksaan darah dan urin rutin dan atau untuk menyingkirkan DD.

  4. Perhatikan bahwa pemeriksaan penunjang adalah yang digunakan untuk menegakkan diagnosis di tempat pelayanan primer (dokter praktik umum), bukan di rumah sakit. Jadi, hindari pemeriksaan canggih yang tidak diperlukan untuk membuat diagnosis di tempat pelayanan primer. Misalnya pemeriksaan ”CT-Scann” pada kasus dugaan kanker paru memang dibenarkan akan tetapi untuk pelayanan primer, jika pemeriksaan ronsen toraks PA sudah mencurigai adanya Ca-paru, maka pasien harus langsung dirujuk. Artinya, tidak perlu pula diuraikan terapinya secara rinici karena hal itu tugas pelayanan sekunder di rumah sakit. Biarkan dokter spesialis paru yang melakukan pemeriksaan CT-scann jika diperlukan. Namun demikian dalam menjawab pertanyaan ”Apa yang dijelaskan kepada pasien dan keluarganya” perlu disampaikan perihal dugaan penyakit (yang masih mungkin) dan prognosisnya serta apa yang akan dijalani pasien di rumah sakit nantinya.

  5. Jika kasusnya adalah kegawat-daruratan pasien harus langsung dirujuk atau diobat i dan diawasi sementara sampai layak untuk dirujuk. Yang penting anamnesis dan pemeriksaan fisik telah dilakukan dengan benar dan baik.



Lembar jawaban: (Sertakan pertanyaannya)


Nomor modul: .............................................. Seri: .................


Nama peserta ujian: ………………………………………


No peserta ujiaan: ………………………………………... (yang dipakai dalam ujian sebelumnya)


Tanda tangan: ……………………………………………………..


Jawaban ditulis singkat (seperti pada contoh) dalam tabel yang disediakan, menggunakan huruf ”Arial Narrow” 12 pika. Namun demikian anda dibenarkan dan dianjurkan menambah jumlah ”rows” untuk mengakomodasi semua pemikiran anda. Selain yang disorot, pilihlah 3 DD-nya dan ketiganya harus disingkirkan minimal dengan satu pertanyaan dalam anamnesis.

No

Diagnosis untuk anda (disorot) dan 3 DD pilihan anda (bebas)

Skor

Bobot

Nilai


  1. Anemia

  2. Aritmia kordis

  3. Asthma

  4. Atelektasis

  5. Bronkiectasis

  6. Bronkiolitis (pada bayi)

  7. Bronkitis

  8. Cacing tambang

  9. Cemas (angsietas)

  10. Diabetes tidak terkontrol

  11. Edema paru

  12. Efusi pleura

  13. Emboli paru

  14. Emfisema

  15. Epiglotitis akut (pada anak)

  16. Fibrosis paru

  17. Gagal jantung akut akibat miokard infark akut

  18. Gagal jantung kiri

  19. Gagal jantung kongestif akibat insufisiensi mitral

  20. Gagal jantung kongestif akibat stenosis mitral

  21. Hipertensi pulmoner

  22. Kanker paru

  23. Malagizi lama

  24. Mioma uteri

  25. Obesitas

  26. Olah raga berat tanpa persiapan

  27. Penyakit Jantung Koroner

  28. Penyakit paru interstisial

  29. Pleuritis

  30. Pneumonia

  31. Pneumotoraks

  32. PPOK (COPD)

  33. PPOK (COPD)

  34. Reaksi alergi terhadap ”sea food”

  35. Reaksi alergi terhadap gigitan atau sengatan serangga

  36. Reaksi alergi terhadap makanan (kacang tanah)

  37. Reaksi alergi terhadap makanan (susu)

  38. Reaksi alergi terhadap makanan (telur)

  39. Reaksi alergi terhadap obat tertentu (antibiotika)

  40. Reaksi alergi terhadap obat tertentu (NSAIDS)

  41. Reaksi alergi terhadap racun serangga (insektisida)

  42. Serangan Jantung

  43. Sinusitis kronik

  44. Talasemia

  45. Tersedak

  46. Tidak pernah olah raga

  47. Tuberkulosis paru






Anamnesis pokok (mengarah diagnosis yang disorot) (tuliskan selengkapnya)




  1. Sesak nafas dialami sejak kapan ?




  1. Apakah sesak nafas dirasakan secara tiba – tiba ?




  1. Apakah sesak dirasakan hilang timbul atau terus – menerus ?




  1. Apakah ada batuk ?




  1. Batuk sudah berapa lama ?




  1. Batuk berdahak atau batuk kering ?




  1. Apakah ada nyeri dada ? dan apakah nyeri dada dirasakan memberat apabila batuk ?




  1. Apakah sebelumnya ada demam ?




9. Demamnya sudah berapa lama ?




10. Apakah sebelumnya pernah trauma ?




11. Apakah anda menderita penyakit paru lama ?




12. Apakah ada riwayat keluarga dengan keluhan yang sama ?




13. Bagaimana BAB dan BAK nya ?








Anamnesis penyingkir DD/(tuliskan selengkapnya)




  1. Apakah ada pandangan berkunang – kunang, konsentrasi kurang ? ( memikirkan anemia )




  1. Apakah anda pernah mengalami sesak sebelumnya dan biasanya timbul mendadak ? ( memikirkan asthma )




  1. Apakah ada batuk disertai dengan kesulitan bernafas dan riwayat penyakit paru lama ? ( memikirkan athelektasis )





  1. Apakah anda batuk produktif berupa nanah atau darah dengan jumlah yang bertambah banyak terutama pada tengah malam ? ( memikirkan bronkiektasis )




5. Apakah ada rasa gatal dikaki, pruritus, rasa tidak enak diperut, mencret dan sering flatus ? (memikirkan cacing tambang)




  1. Apakan anda merasa sering gelisah dan berkeringat dingin ? ( memikirkan cemas /angsietas )




  1. Apakah ada riwayat kuat makan, minum, dan buang air kecil ? ( memikirkan diabetes tidak terkontrol )




  1. Apakah ada rasa enak atau lebih baik apabila berbaring ke salah satu sisi ? ( memikirkan efusi pleura )




  1. Apakah anda merasa sulit bernafas kecuali posisi tegak ? (memikirkan gagal jantung kiri)




11. Sesak nafas pada saat melakukan aktifitas sedang atau berat, batuk

darah ? (memikirkan gagal jantung kongestif akibat stenosis mitral)





12. Apakah anda mudah lelah dan sesak nafas ? (memikirkan gagal jantung kongesti akibat insufisiensi mitral)





13. Apakah anda merasa berat badan turun drastis ? ( memikirkan kanker paru )





14. Apakah ada batuk dengan sputum, nyeri dada, demam, menggigil ? (memikirkan Pneumonia)





15. Apakah ada batuk lama dan sering berkeringat malam ? ( memikirkan tuberkulosis paru )










Apakah pemeriksaan jasmani yang dilakukan? (tuliskan selengkapnya)




  1. Memeriksa tanda vital ( Tensi, nadi, RR, suhu )




  1. Memeriksa keadaan umum pasien.




3. Regio facialis : Tidak ditemukan kelainan

Toraks :

    1. Inspeksi :sela iga tampak cembung, gerakan tertinggalpada sisi sakit saat respirasi.

    2. Palpasi : pada sisi sakit vokal fremitus melemah atau menghilang

    3. Perkusi : hipersonor (+)

    4. Auskultasi : pernafasan melemah hingga menghilang



Abdomen :

    1. Inspeksi : tidak ada kelainan

    2. Palpasi : massa tumor (-). Nyeri tekan (-), pembesaran organ (-).

    3. Perkusi : dalam batas normal.

    4. Auskultasi : peristaltik normal.






Pemeriksaan penunjang apa yang diperlukan? (tuliskan selengkapnya)




  1. Darah rutin




  1. Foto dada





3. EKG










Berikan alasan untuk pemeriksaan penunjang (tuliskan selengkapnya)




  1. Untuk melihat adanya tanda – tanda infeksi




  1. Untuk diagnosis dan tujuan terapi





  1. Untuk menyingkirkan DD penyakit jantung










Prakirakan hasil lab yang dilakukan(tuliskan selengkapnya)




  1. Hasil darah rutin dalam batas normal




  1. Gambaran hitam homogen pada foto thorax




3. EKG normal










Bagaimana strategi menyelesaian masalah pasien ini? (tuliskan selengkapnya)




  1. Dokter harus menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan pasien dan keluarga pasien.




  1. Memposisikan pasien dengan meninggikan tempat tidur agar merasa lebih nyaman.




  1. Membantu pernafasan dengan memberi oksigen melalui kanul sesuai dengan indikasi.




  1. Melakukan pemasangan WSD untuk mengeluarkan udara dari pleura.





  1. Memberikan nomor telepon kepada pasien atau keluarganya jika sewaktu – waktu ada yang perlu dikonsultasikan.










Sebutkan tanda-tanda yang mengharuskan anda memerlukan kosultasi/merujuk pasien ini (tuliskan selengkapnya)




  1. Jika setelah dilakukan penanganan yang adekuat tetapi sesak tidak berkurang atau malah bertambah berat.




  1. Jika terjadi penurunan kesadaran









Apakah yang anda jelaskan kepada pasien dan atau keluarganya tentang masalahnya? (tuliskan selengkapnya)




  1. Menjelaskan kepada pasien dan keluarganya tentang penyakit yang diderita dan penanganan yang akan diberikan.




  1. Memberi pengertian kepada pasien dan keluarga pasien bahwa dengan penyakit ini dibutuhkan perawatan yang intensif dengan tindakan cepat untuk mengeluarkan udara di pleuranya agar sesak nafas pasien tidak bertambah berat.




  1. Menjelaskan kepada pasien dan keluarganya tentang pasisi tidur yang baik dan nyaman.










Apakah peran pasien dan keluarganya dalam penyembuhan? (tuliskan selengkapnya)





  1. Mengawasi penggunaan obat yang diberikan





  1. Keluarga berperan memantau pasien jika terjadi hal – hal seperti sesak bertambah atau komplikasi laiinya










Dapatkan penyakit ini dicegah? Caranya? (tuliskan selengkapnya)





  1. Dapat





  1. Berobat teratur apabila menderita penyakit paru





  1. Melakukan pola hidup sehat misalnya tidak merokok, tidak minum minuman beralkohol dan rajin berolah raga.





Total


-

B


Nilai konversi terhadap 100: (B’/B) x100 = ...............

B’ = total nilai yang diperoleh peserta

B = total nilai standar



Pengesahan oleh Pembimbing Modul


Tanda tangan :



Nama lengkap : dr. Hj. Suliati P. Amir, Sp.M


Stempel FK/PSPD :