Minggu, 28 Juli 2013

Siap Menghadapi Menopause



Menopause menurut WHO (2005) berarti berhentinya siklus menstruasi untuk selamanya bagi wanita yang sebelumnya mengalami menstruasi setiap bulan. Menopause disebabkan oleh menurunnya kadar hormone estrogen dalam tubuh, dimana seperti yang telah diketahui bahwa sel-sel telur dalam ovarium (indung telur) wanita jumlahnya terbatas, dan suatu saat akan habis, saat inilah mulai terjadi menopause. Kini wanita Indonesia rata-rata memasuki masa menopause pada usia 50 tahun. Tetapi sebagian ada yang mengalami pada usia lebih awal atau lebih lanjut. Umur waktu terjadinya menopause dipengaruhi oleh keturunan, kesehatan umum, dan pola kehidupan.
Berhentinya haid dapat didahului oleh siklus haid yang lebih panjang, dengan perdarahan yang berkurang. Faktor fisik dan psikis mempengaruhi kapan terjadinya menopause. Demikian juga dengan adanya penyakit tertentu, operasi indung telur, stres, obat-obatan, dan gaya hidup merupakan contoh faktor yang mempengaruhi cepat lambatnya terjadi menopause.
Kebanyakan wanita takut dan khawatir menghadapi masa menopause. Hal ini karena gejala yang dirasakan pada saat memasuki masa menopause. Gejala dan tanda pada wanita menopause tersebut adalah :
1.      Gejolak panas (hot flush)
Keluhan yang muncul berupa panas yang muncul tiba-tiba disertaidengan keringat yang banyak. Keluhan tersebut pertama kali muncul pada malam hari atau menjelang pagi.
2.      Keluhan psikis
Kurangnya aliran darah ke otak menyebabkan sulit berkonsentrasi dan mudah lupa. Akibat kekurangan hormon estrogen pada wanita timbul lah keluhan seperti mudah tersinggung, cepat marah dan merasa tertekan.
3.      Gangguan tidur
Paling banyak dikeluhkan pada wanita postmenopause. Kurang nyenyak tidur pada malam hari menurunkan kualitas hidup wanita tersebut.
4.      Gangguan pada urogenitalia
Alat genital wanita dan saluran kemih bagian bawah sangat dipengaruhi oleh estrogen. Kekurangan estrogen dapat menimbulkan berbagai jenis keluhan, misalnya sering berkemih, tidak dapat menahan kencing, nyeri berkemih, sering kencing malam, dan inkontinensia. Pada vulva terjadi atropi sel, epitel vulva menipis., vagina menjadi kering, mudah terjadi iritasi dan infeksi.  
5.      Gangguan pada kulit
 Kulit menjadi hilang elastisitasnya, atopik, tipis, kering dan berlipat-lipat.
6.      Gangguan pada mulut
Mulut terasa kering, dan mudah terkena gingivitis.
7.      Osteoporosis
Kekurangan hormon estrogen akan dapat menyebabkan hilangnya masa tulang. Akibatnya dapat terjadi osteoporosis yang akhirnya akan membuat tulang mudah patah.
8.      Kelainan kardiovaskular
Kelainan kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian dan kesakitan pada wanita menopause. Penyebab lain berturut-turut adalah patah tulang, kanker payudara dan kanker endometrium.
Menopause sesungguhnya adalah bagian dari kehidupan yang alami sehingga dapat dikatakan bahwa keadaan ini tidak harus selalu memerlukan “pengobatan”.
Pembahasan bersama dengan dokter merupakan hal yang penting dalam menentukan tindakan terbaik yang harus dilakukan. Rencana pengobatan yang akan diberikan oleh dokter harus dipertimbangkan secara individual.
Yang harus dipertimbangkan pertama kali adalah sampai seberapa besar keluhan dapat menganggu kehidupan seseorang. Selanjutnya, yang bersangkutan harus membahas bersama dengan dokter mengenai :
  • riwayat keluarga,
  • riwayat penyakit dan
  • resiko terjadinya penyakit jantung, osteoporosis dan
  • keganasan payudara.
Perlu diketahui bahwa setiap keputusan yang diambil bukan merupakan bersifat final. Pasien dapat dan bahkan harus melakukan pemeriksaan kesehatan rutin tahunan untuk melakukan penilaian ulang atas langkah terapi yang diambil.
Pasien dapat mengunjungi ahli kandungan, dokter umum atau ahli penyakit dalam. Bersama dengan dokter, pasien harus meneliti ulang program pemeriksaan kesehatan yang tersedia untuk wanita seusia dirinya.
Tujuan pengobatan menopause pada dasarnya adalah:
  • Mengurangi gejala serta keluhan fisik dan psikologis pada masa menopause.
  • Menurunkan resiko osteoporosis dan penyakit kardiovaskular (dan stroke).
Resiko yang berhubungan dengan terapi antara lain adalah :
  • Wanita dengan riwayat penyakit keganasan payudara dan keganasan uterus atau mereka yang menderita gangguan pembekuan darah bukanlah calon yang baik untuk pemberian terapi hormonal pengganti.
  • Wanita dengan faktor resiko penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular memerlukan pertimbangan yang sangat khusus dalam hal pilihan terapi .
Terapi meliputi :
  1. Perubahan gaya hidup
Perubahan gaya hidup ke arah yang lebih baik dengan menghindari kafein, minuman panas, coklat, makanan pedas atau panas dan alkohol. Olahraga teratur juga telah terbukti mengurangi hot flashes, depresi dan berat badan, semua tanda menopause dan juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik.
  1. Obat-obatan
Terapi dari menopause bisa dilakukan dengan Terapi Sulih Hormon (Hormone replacement therapy) Didefinisikan sebagai :
a)      Terapi menggunakan hormon yang diberikan untuk mengurangi efek kekurangan hormon.
b)      Pemberian hormon (estrogen, progesteron atau keduanya) pada wanita postmenopause atau wanita yang ovariumnya telah diangkat, untuk menggantikan produksi estrogen oleh ovarium.
c)      Terapi menggunakan estrogen atau estrogen dan atau progesteron yang diberikan pada wanita postmenopause atau wanita yang menjalani ovarektomi, untuk mencegah efek patologis dari penurunan produksi estrogen.
  1. Terapi alternatif dan komplementari
Pengobatan alternative termasuk penggunaan terapi homeopati sebagai  penggantian hormon alami, tapi hanya setelah konsultasi dengan profesional medis yang berkualitas. Akupunktur juga digunakan sebagai terapi alternatif untuk mengobati efek menopause.


1 komentar:

  1. terapi alternatif yang dikemukakan mungkin penting untuk dibahas lebih dalam. Saya pernah dapat beberapa keluhan yang kemungkinan besar adalah gejala menopause. Di tempat yang jauh seperti di Selayar, tidak ada spesialis, tidak ada sulih hormon. Perubahan gaya hidup sulit untuk diterapkan karena pengetahuan dan ekonomi masyarakat yang belum memadai.

    BalasHapus